CAMPING DI ALUN-ALUN SURYA KENCANA
halo teman-teman,
kali ini saya akan bercerita sedikit soal perjalanan saya (si amatiran ini) naik gunung ke gunung yang katanya gunung untuk pemula, yaitu gunung gede di jawa barat.
sebenarnya ini bukan kali pertama saya naik gunung, jadi saya agak sedikit jumawa saat naik gunung ini. persiapan sih seperti biasanya sesuai standar keamanan naik gunung, check list perlengkapan, dan memastikan logistik cukup, tapi latihan fisik sangat kurang (ini salah). akibatnya, setiap sepuluh langkah selalu ada saja alasan saya untuk berhenti. :p
saya naik dengan dua teman laki-laki saya, martinus dan aufentri.
demi melihat dan camping di alun-alun surya kencana, akhirnya kami naik dari jalur puteri.
kami jalan dari jakarta sekitar jam 11 malam. mobil kami parkir di cibodas dan besok paginya sekitar jam setengah 6 kami naik angkot ke basecamp puteri. belum sarapan, nekat langsung naik jam setengah 7, "tidur di atas aja lah..," begitu kata martinus.
kami sempat buka kompor untuk masak indomi. istirahat lumayan lama. makin jauh, jalanan makin naik. yang akhirnya kami pun sampai di pos 1. "sejauh ini jalan, baru sampe pos 1?," kata saya tentunya dalam hati, agar dua teman saya tidak yang menganggap saya cemen. wkwk
entah sudah berapa kali kami istirahat, sekedar menemani teman-teman saya merokok atau makan beng-beng. akhirnya di pos 2 kami tidur. benar-benar tidur, mungkin sekitar 1 jam. pendaki yang turun selalu kami tanya "masih jauh gak, a?" mereka menjawab dengan berbagai macam jawaban. ada yang menjawab "sebentar lagi, semangat ya!". ada juga yang menjawab terlalu jujur "wah, masih jauh!". energi kami runtuh. kami akhirnya berdiskusi untuk menyewa jasa porter jika mereka lewat, dengan menghitung-hitung sisa uang yang kami punya.
demi apapun, ini adalah perjalanan terberat saya. jalur ini... naik naik dan selalu naik. seketika saya sangat menyesal karena kurangnya latihan fisik, ya walaupun akhirnya kami sampai juga di alun-alun surya kencana (terima kasih atas jasa porter yang -akhirnya- kami temui di setengah perjalanan ke pos tiga).
sepanjang perjalanan, hampir di tiap pos ada yang menjual makanan, biasa saja, tapi terlihat sangat menggoda. tapi kami harus berhemat dan menahan membeli karena uang yang kami punya sudah terpakai untuk membayar jasa porter.
kami sampai di alun-alun surya kencana sekitar jam setengah 6 sore (11 jam perjalanan menanjak). ada cerita memalukan yang kalian harus tau: para porter yang membawa tas kami, bertemu kami kembali tapi saat kami belum sampai dan mereka sudah diperjalanan turun. bayangkan betapa leletnya kami berjalan.
begitu sampai, kami langsung bongkar tas. saya bersiap memasak, sementara dua teman saya mendirikan tenda. karena sudah gelap, pemandangan kami hanya sejauh dari cahaya senter saja. udara tidak terlalu dingin, jadi kami nyaman-nyaman saja saat di luar tenda.
*lanjut nanti yaaa (kapan-kapan)
kali ini saya akan bercerita sedikit soal perjalanan saya (si amatiran ini) naik gunung ke gunung yang katanya gunung untuk pemula, yaitu gunung gede di jawa barat.
sebenarnya ini bukan kali pertama saya naik gunung, jadi saya agak sedikit jumawa saat naik gunung ini. persiapan sih seperti biasanya sesuai standar keamanan naik gunung, check list perlengkapan, dan memastikan logistik cukup, tapi latihan fisik sangat kurang (ini salah). akibatnya, setiap sepuluh langkah selalu ada saja alasan saya untuk berhenti. :p
saya naik dengan dua teman laki-laki saya, martinus dan aufentri.
demi melihat dan camping di alun-alun surya kencana, akhirnya kami naik dari jalur puteri.
kami jalan dari jakarta sekitar jam 11 malam. mobil kami parkir di cibodas dan besok paginya sekitar jam setengah 6 kami naik angkot ke basecamp puteri. belum sarapan, nekat langsung naik jam setengah 7, "tidur di atas aja lah..," begitu kata martinus.
kami sempat buka kompor untuk masak indomi. istirahat lumayan lama. makin jauh, jalanan makin naik. yang akhirnya kami pun sampai di pos 1. "sejauh ini jalan, baru sampe pos 1?," kata saya tentunya dalam hati, agar dua teman saya tidak yang menganggap saya cemen. wkwk
entah sudah berapa kali kami istirahat, sekedar menemani teman-teman saya merokok atau makan beng-beng. akhirnya di pos 2 kami tidur. benar-benar tidur, mungkin sekitar 1 jam. pendaki yang turun selalu kami tanya "masih jauh gak, a?" mereka menjawab dengan berbagai macam jawaban. ada yang menjawab "sebentar lagi, semangat ya!". ada juga yang menjawab terlalu jujur "wah, masih jauh!". energi kami runtuh. kami akhirnya berdiskusi untuk menyewa jasa porter jika mereka lewat, dengan menghitung-hitung sisa uang yang kami punya.
demi apapun, ini adalah perjalanan terberat saya. jalur ini... naik naik dan selalu naik. seketika saya sangat menyesal karena kurangnya latihan fisik, ya walaupun akhirnya kami sampai juga di alun-alun surya kencana (terima kasih atas jasa porter yang -akhirnya- kami temui di setengah perjalanan ke pos tiga).
sepanjang perjalanan, hampir di tiap pos ada yang menjual makanan, biasa saja, tapi terlihat sangat menggoda. tapi kami harus berhemat dan menahan membeli karena uang yang kami punya sudah terpakai untuk membayar jasa porter.
kami sampai di alun-alun surya kencana sekitar jam setengah 6 sore (11 jam perjalanan menanjak). ada cerita memalukan yang kalian harus tau: para porter yang membawa tas kami, bertemu kami kembali tapi saat kami belum sampai dan mereka sudah diperjalanan turun. bayangkan betapa leletnya kami berjalan.
begitu sampai, kami langsung bongkar tas. saya bersiap memasak, sementara dua teman saya mendirikan tenda. karena sudah gelap, pemandangan kami hanya sejauh dari cahaya senter saja. udara tidak terlalu dingin, jadi kami nyaman-nyaman saja saat di luar tenda.
alun-alun surya kencana dengan kabut tebal
*lanjut nanti yaaa (kapan-kapan)
Comments
Post a Comment